Artikel Blog
Gerai Baja Update !
Berikut adalah spesifikasi teknis dari Plat SS310S, baja tahan karat kelas austenitik yang dikenal karena ketahanan suhu tinggi dan daya tahan terhadap korosi: 1. Komposisi Kimia Plat SS310S memiliki kandungan elemen yang memberikan sifat unik untuk aplikasi suhu tinggi: Elemen Kandungan (%) Kromium (Cr) 24,0 – 26,0 Nikel (Ni) 19,0 – 22,0 Karbon (C) Maksimal… selengkapnya
Plat SS310S adalah jenis baja tahan karat (stainless steel) dari keluarga austenitik yang terkenal karena kemampuannya bertahan pada suhu tinggi dan ketahanan korosinya. Plat SS310S memiliki komposisi khusus yang membuatnya ideal untuk aplikasi di lingkungan bersuhu tinggi dan korosif. Dengan kandungan kromium dan nikel yang tinggi, plat ini dapat mempertahankan kekuatan dan stabilitas struktural pada… selengkapnya
Berikut ini adalah kekuatan dan kelebihan Plat SS316L yang menjadikannya salah satu pilihan utama untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan material dengan daya tahan tinggi, terutama dalam lingkungan yang korosif: Kekuatan Plat SS316L Ketahanan Korosi yang Sangat Tinggi: Dengan kandungan molibdenum yang tinggi, plat SS316L menawarkan ketahanan yang sangat baik terhadap korosi, terutama terhadap pitting (korosi… selengkapnya
Berikut adalah spesifikasi teknis Plat SS316L, baja tahan karat dengan kandungan karbon rendah yang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan korosi tinggi. 1. Komposisi Kimia Kromium (Cr): 16-18% Nikel (Ni): 10-14% Molibdenum (Mo): 2-3% Karbon (C): Maksimal 0,03% Mangan (Mn): Maksimal 2% Fosfor (P): Maksimal 0,045% Sulfur (S): Maksimal 0,03% Silikon (Si): Maksimal 1% Komposisi… selengkapnya
Plat SS316L adalah jenis baja tahan karat (stainless steel) yang dikenal akan ketahanan korosi dan keuletannya. SS316L termasuk dalam seri baja 316 yang memiliki komposisi kimia khusus, dengan kadar kromium, nikel, dan molibdenum yang lebih tinggi. Penambahan molibdenum meningkatkan ketahanan terhadap korosi, terutama dari zat kimia seperti asam dan klorida. Plat SS316L juga memiliki kandungan… selengkapnya
Plat BKI A adalah jenis baja maritim bersertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang memiliki sejumlah kekuatan dan kelebihan yang menjadikannya pilihan utama untuk aplikasi di industri perkapalan dan kelautan. Berikut adalah kekuatan dan kelebihannya: Kekuatan Plat BKI A Kekuatan Tarik Tinggi: Plat BKI A memiliki kekuatan tarik (tensile strength) sekitar 400–520 MPa. Kekuatan tarik yang… selengkapnya
Berikut adalah spesifikasi utama dari Plat BKI A, yang merupakan jenis plat baja bersertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk penggunaan di industri kelautan dan perkapalan: 1. Standar dan Sertifikasi Sertifikasi: Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Grade A Standar: BKI memastikan bahwa material ini cocok untuk aplikasi laut seperti lambung kapal dan struktur kelautan lainnya. 2. Komposisi… selengkapnya
Plat BKI A adalah jenis plat baja yang disertifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yang merupakan lembaga klasifikasi untuk industri perkapalan di Indonesia. Plat ini digunakan khusus dalam industri maritim dan perkapalan serta aplikasi lain yang membutuhkan standar ketahanan tinggi terhadap korosi dan lingkungan laut. BKI menyediakan klasifikasi dan sertifikasi untuk memastikan bahwa plat ini… selengkapnya
Plat SM490YA/YB adalah baja struktural berkekuatan tinggi dari standar JIS G3106 yang digunakan terutama dalam konstruksi dan aplikasi berat. Berikut adalah kekuatan dan kelebihan plat ini: Kekuatan Plat SM490YA/YB Kekuatan Tarik Tinggi: Plat SM490YA/YB memiliki kekuatan tarik antara 490–610 MPa, membuatnya sangat tahan terhadap tekanan dan beban berat. Ini menjadikannya ideal untuk konstruksi besar yang… selengkapnya
Berikut adalah spesifikasi dari Plat SM490YA/YB, baja struktural berkekuatan tinggi yang sering digunakan dalam konstruksi berat dan industri yang memerlukan daya tahan tinggi terhadap beban dan tekanan: 1. Standar dan Grade Standar: JIS G3106 Grade: SM490YA dan SM490YB 2. Komposisi Kimia (umum untuk SM490YA/YB) Karbon (C): Maksimal 0,20% Mangan (Mn): Antara 1,4–1,7% Fosfor (P): Maksimal… selengkapnya
